kubunuh lamunku dan berhenti menatap nanar pada langit yang temaram . berusaha sekeras mungkin untuk tetap sadar tak ingin larut dalam hayal. meski gurat senyumnya di benak memasung rindu tentangnya dan kusadari aku bukanlah orang yang ia rindukan . sulit memang menghilangkannya dalam fikiran . dan entah mengapa rasa ini semakin lekat meski semakin hari semakin terabaikan. namun imanku percaya bahwa rasa dihati ini adalah anugrah yang maha kuasa yang menciptakan hati ini . dan padanya kupasrahkan pula perasaan ini . entah kelak besanding atau terasing . yang pasti kujaga rasa ini sebagai amanah . dan buang jauh jauh prasangka buruk tentangnya .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar