Kamis, 12 April 2018

menjilat matahari

angin menjamah helai daun
gugur pelan jatuh ketanah
melambai mengayun dan berombak
tiap bulir peluh hanyalah kehampaan
jari meregang dada
rasakan detak jantung
dan menghitung detik yang terbuang
berharap waktu memihak
tapi waktu tak menunggu
ia terus berlalu
daun pun berguguran
keringatpun tlah mengering
sesalpun tak ada arti
menanti mencari tak ada yang pasti
mengurung hati dalam sepi
membusuk hingga mati
apa yang ditahan
tahan tawa tahan sedih
tetap saja waktu bergulir
tak bisa ditawar tak bisa dibeli
umur bertambah raga kan renta
diam atau pergi
bertahan atau membusuk hingga mati
JAKARTA SIANG INI
13042014
KEVINMARDI

Kamis, 05 April 2018

pungguk yang masih merindu

dan punggukpun kini sedih
bulannya sembunyi tertutup mendung
hatinya menjerit resah murung
rindu tebalnya terhalang awan,
bayangnya hilang ditelanan gelap
punuk meratap nasibnya malang
harapannya memupus malam ini
pungguk rindu sinar bulan
pungguk ingin menjamah bulan
pungguk ingin disapa bulan
pungguk sedih bulannya hilang
jangkrik jangkrik berceloteh mengejek
punuk semakin sedih dalam bising
hingarnya memasung ironi
dalam kisah elegi patah hati
dalam kelamnya malam
memekat hitam buat ia samar
harapkan langit segera cerah
harapkan bulan menyapa ramah
harapnya pupus mendung tak jua reda
harapnya hilang
hilang harapnya
jakarta malam ini 

Minggu, 01 April 2018

biasa ajah

tak ada yang kurang dan tak ada yang lebih
biasa saja tak ada kejutan yang istimewa
hari kedua di bulan april
matahari sama indahnya dengan kemarin
aktifitas ku masih juga sama 
masih sarapan pula dengan menu yang sama
hal yang patut aku syukuri karena
semuanya masih normal
dan berjalan semestinya
dan menghirup nafas sebanyak2nya
dan merasakan hidup sampai hari ini
ditengah hiruk pikuk kota
kota yang penuh tanda tanya
angan dan jutaan harapan
dan aku disini dijakarta
ibukota yang menjadi daya tarik
dimana semua suku bangsa dan daerah
berbondong dan berkumpul disini
dengan segala perbedaan yang ada
beda warna beda gaya beda bahasa
dan perbedaan perbedaan lainnya
banyak ragam disini dan sulit untuk menjadi seragam
tak ada dominasi warna semua ambil peran yang sama
sama sama pendatang sama sama bertahan hidup
mencari dan mengumpulkan sebanyakbanyaknya
ada mayoritas ada minoritas,tapi
semua memenuhi kewajiban hidup yang sama
tak kerja ya tak dapat uang
tak dapat uang ya tak makan
tak makan ya sakit
sakit ya tak bisa apa apa!
semua orang ingin sehat
sehat hati sehat raga dan sehat pikiran
begitu banyak varian dan menu yang tersaji
dimana kasta dan rimba masih berlaku disini
diskriminasi dan stigminasi lumrah terjadi
dimana yang kuat bertahan yang lemah tersingkir
yang membuat diri terlupakan atau mungkin melupakan
ya disini jelas tempat orang2 lupa
lupa akan tujuan awal dikarenakan
banyaknya pilihan yang ada
di tengah tamak dan congkaknya hawa nafsu
yang membungkam nurani
dan serba mengeksekusi demi sebuah materi
yang menjadi alasan dan sebuah motivasi
acuan hidup yang memaksa tuk tetap berdiri
tak bertahan ya mati
bertahan ya hidup
jakarta pagi ini